Minggu, 06 Desember 2020

Inovasi: Olahan Minyak Cabe Bernilai Tinggi

 

MINYAK CABAI TEKNOLOGI TERKINI BERNILAI TINGGI 

Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudi dayakan oleh petani di Indonesia. Mengingat, cabai memiliki harga jual yang tinggi di pasaran, dikarenakan pengaruh karakteristik masyarakat di Indonesia yang menyukai makanan pedas. Selain itu, cabai juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia. Salah satu kandungan yang ada di cabai adalah capsaicin, yang bermanfaat dalam mencegah penyakit kanker. Kandungan vitamin A, B, C dan sebagainya yang cukup tinggi juga dapat memenuhi kebutuhan harian manusia. Namun, perlu diketahui bahwa mengkonsumsi cabai dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyakit bagi manusia, antara lain nyeri lambung.

Saat ini permasalahan mengenai umur simpan cabai yang relatif singkat menjadi perhatian khusus bagi petani. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi pengolahan cabai agar dapat menjaga ketersediaan cabai dan meminimalisir terjadinya fluktuasi harga di pasaran. Meskipun terdapat beberapa produk olahan cabai seperti saos, sambal, cabai kering dan bubuk cabai, tetapi produk olahan tersebut dirasa belum cukup oleh petani. Menanggapi hal tersebut, Badan Litbang Pertanian telah menemukan inovasi cara pengolahan cabai yang lebih praktis, bernilai tinggi dan mudah diaplikasikan masyarakat.

Inovasi tersebut adalah teknologi minyak cabai dengan proses maserasi. Teknologi ini pada prinsipnya adalah memanfaatkan capsaicin cabai yang bersifat larut dalam minyak (lipophilic). Bahan baku yang diperlukan hanya bubuk cabai dan minyak nabati. Kedua bahan baku tersebut dicampurkan dengan cara diaduk selama lima menit kemudian di maserasi selama 24 jam dengan pengadukan secara berkala, setelah di maseri selama 24 jam kemudian dimasak selama 5 menit dan disaring.

Keunggulan dari minyak cabai dengan produk olahan lainnya adalah penerapan teknologi yang sederhana tetapi memiliki harga jual yang tinggi. Selain itu minyak cabai tidak ditambah dengan bahan pengawet serta memiliki kandungan beta carotene yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat membantu petani dalam meningkatkan harga jual produknya dipasaran, sehingga penghasilan petani dapat meningkat.

Sumber : repository.pertanian.go.id

                www.litbang.pertanian.go.id

1 komentar: