Jumat, 04 Desember 2020

Info: Penerapan Teknologi Pertanian Harus Sesuai Dengan Kondisi Wilayah

 

 

MANFAAT DAN KELEMAHAN TEKNOLOGI PERTANIAN

DI WILAYAH TERTENTU DI INDONESIA

 

1.    Teknologi Drone Pertanian

Kemajuan pembangunan pertanian di Indonesia berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi. Salah satu teknologi pertanian yang berkembang saat ini adalah drone pertanian. Kemampuan drone untuk dikendalikan melalui remote control dari jarak jauh dirasa sangat mempermudah aktivitas petani dalam berusaha tani di areal lahan yang luas.  Misalnya, drone sawah yang mampu menyemprotkan pestisida dengan cepat di lahan pertanian yang luas. Selain itu, drone sawah juga mampu memantau dan memonitoring pertumbuhan tanaman sehingga dapat berproduksi secara optimal.

Namun, teknologi drone masih mengalami kendala dan permasalahan dalam pengoperasiannya khususnya di daerah berangin kencang. Hal ini dikarenakan drone tidak dapat berfungsi optimal saat diterpa angin yang kencang sehingga dapat menyebabkan drone tidak bekerja secara baik bahkan dapat jatuh ke lahan pertanian.

2.    Transplanter (Penanam Padi)

Transplanter merupakan mesin penanam padi yang memiliki kemampuan dalam menyeragamkan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman padi dalam waktu yang relatif cepat. Oleh karena itu, Transplanter ini dapat membantu petani dalam mengefisiensikan waktu tanam padi pada areal lahan yang luas.

Kemampuan tersebut hanya bisa dilakukan mesin transplanter pada kondisi lahan yang basah. Pada lahan kering mesin tidak dapat menancapkan bibit padi ke dalam tanah. Oleh sebab itu, transplanter belum memungkinkan untuk digunakan di lahan kering.

3.    Smart Green House

Teknologi smart green house ini mempunyai keunggulan yang efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas sayuran. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuannya dalam mengatur seluruh kebutuhan tanaman mulai dari kondisi iklim sampai perawatannya dilakukan dalam satu kontrol. Namun, teknologi ini belum bisa dikembangkan di bidang perkebunan yang membutuhkan areal yang luas dalam tahap budidayanya.

4.    Irigasi Sprinkler

          Teknologi sistem irigasi sprinkler ini sangat dibutuh oleh petani dalam mengefisiensikan penggunaan air, terutama di daerah yang jauh dari sumber air ataupun beriklim panas. Sistem irigasi sprinkler adalah pemberian air dengan cara menyemprotkan air ke udara lalu menjatuhkannya di sekitar tanaman sehingga dapat diserap oleh tanaman. Teknologi ini masih kurang cocok digunakan di daerah yang berangin kencang. Hal tersebut dikarenakan oleh penyemprotan air tidak akan optimal akibat tertiup angin. 

5. Traktor

            Traktor merupakan teknologi yang berfungsi untuk membajak lahan pertanian. Penggunaan traktor sangat memudahkan petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Namun, Penggunaan traktor di daerah pegunungan belum optimal. Mengingat tingkat kemiringan lahan yang cukup curam sehingga mempersulit pengoperasian traktor tersebut.

1 komentar:

  1. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita terhadap teknologi pertanian
    Maju terus pertanian Indonesia

    BalasHapus